Eropa Dilanda Salju Tebal, Setidaknya 42 Orang Tewas

jumat, 02 Maret 2018 14:19


(ist)

CSR.id - Sedikitnya 42 orang tewas akibat badai salju dan gelombang dingin yang menerjang Eropa sejak akhir pekan lalu. Cuaca semakin memburuk dikarenakan tabrakan antara gelombang dingin yang disebut dengan "The Beast From The East" dengan Badai Emma.


Jumlah korban tewas itu termasuk 21 orang yang meninggal di Polandia, 6 orang di Republik Ceko, 5 di Lithuania, 4 di Prancis dan Slovakia, dan 2 di Italia dan Rumania. Sebagian korban tewas adalah tuna wisma yang tinggal di jalanan dan tidak memiliki tempat tinggal tetap. 


Di Jerman, asosiasi tunawisma nasional menyarankan agar tempat penampungan dibuka pada siang hari, bukan hanya pada malam hari. "Kamu juga bisa meninggal kedinginan pada siang hari," kata ketua asosiasi tuna wisma nasional Jerman, Werena Rosenke, dilansir The Journal. 


Otoritas di Eropa juga menyarankan masyarakat untuk mencari kabar tentang orang tua mereka. Perintah itu setelah seorang perempuan Prancis yang berusia 90 tahun membeku kedinginan di luar rumah peristirahatannya. Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional menyerukan masyarakat untuk memeriksa tetangga mereka yang berisiko.


"Mengetuk pintu mereka untuk mengecek apakah mereka memiliki semua yang dibutuhkan, akan sangat berarti," kata Direktur Federasi Palang Merah untuk Eropa Simon Missiri. 


Dia menjelaskan, langkah mengetuk pintu bisa jadi penentuan antara hidup dan mati. Di Inggris, badai salju dari Siberia yang menghantam Inggris dan Irlandia kemarin merupakan bencana terburuk sejak 1991. Ribuan sekolah, banyak perkantoran, dan bandara terpaksa ditutup karena cuaca buruk tersebut. Dengan ketinggian salju mencapai 32 cm dan temperatur hingga -10,3 Celsius di beberapa kawasan menjadikan otoritas memerintahkan penduduk Inggris untuk waspada.


Irlandia akhirnya mengeluarkan status merah untuk meminta warga untuk tetap di rumah karena bepergian dianggap terlalu berbahaya. "Kita melihat banyak salju sepanjang malam, angin dingin, dan badai," ungkap pakar meteorologi di badan layanan cuaca Inggris (Met Office), Clare Nasir, dilansir Reuters. "Masyarakat diminta menghindari jalanan," pintanya.


Gelombang dingin itu disebut dengan "Beast from the East" yang mengakibatkan temperatur sangat dingin karena embusan angin dari Artik. Itu mampu melemahkan udara hangat yang berasal dari Atlantik dan berembus ke Irlandia dan Inggris. Ratusan orang terjebak macet di jalanan antara Glasgow dan Edinburg. Mereka diminta untuk bertahan di mobil hingga polisi berhasil mengevakuasi mereka. "Sebanyak 1.000 kendaraan masih terjebak sepanjang 8 mil," ujar kepolisian Inggris. 


Mereka terjebak di dalam mobil mereka hingga 18 jam. John Gent merupakan salah satu pengemudi yang terjebak dalam kemacetan akibat badai salju. Dia menghabiskan waktu selama 15 jam di mobil dalam cuaca dingin. "Saya bisa tidur beberapa jam. Saya tetap menyalakan mesin agar tetap hangat," ungkap Gent. 


Dua bandara tersibuk di Inggris, Heathrow dan Gatwick, melaporkan banyak penerbangan dibatalkan, Kamis (1/3/2018). Perjalanan kereta yang menghubungkan Inggris dan Irlandia juga dibatalkan. Di stasiun kereta tersibuk di Inggris, Waterloo, separuh jadwal kereta di batalkan pada jam sibuk. Sementara Stasiun Paddington ditutup.


(ayb/int)


Berita Terkait
Asyik, Turis Indonesia Kini Bebas Visa 30 Hari ke India

Please login for commentKomentar
fajar
kok bulan maret masih ada salju tebal kan biasanya bulan desember banyak salju
Jaebum
Ekstrim badai salju kali ini yang melanda eropa terlihat dari ketebalan salju nya
ata
salju kalau yg begitu lembut enak di lihat kalau sdh berlebihan akan mendatangkan bencana
xx
Makin lama cuaca makin ekstrim dan banyak memakan korban jiwa, harus lebih di waspadai masalah cuaca sekarang ini
emma
yang namanya fenomena alam, pasti akan ada aja bencana yang terjadi
Renny
hanya karena salju orang bisa meninggal, ga dicuaca mana pun begitu juga bisa aja dengan meninggal -r-

Event

+ index