BMKG Deteksi 25 Titik Panas di Sumatera 

Senin, 05 Maret 2018 10:19


(ist)

CSR.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan sebanyak 25 titik panas yang menjadi indikasi kebakaran hutan dan lahan, terdeteksi di sejumlah provinsi di Pulau Sumatra. Ini berdasarkan pantauan Satelit Terra & Aqua, pada Senin (5/3) pagi.


Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Pekanbaru yang diperbarui pukul 06.00 WIB, titik panas (hotspot) paling banyak berada di Provinsi Bengkulu dengan 10 titik, disusul Riau dengan tujuh titik, Kepulauan Riau enam titik, serta Jambi dan Sumatra Selatan masing-masing satu titik.


Tujuh "hotspot" di Riau berada di Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak dua titik. Kemudian ada masing-masing satu titik di Kabupaten Indragiri Hulu, Rokan Hulu, Pelalawan, Kampar dan Kota Dumai. Dari jumlah tersebut, ada dua titik yang memiliki tingkat keakuratan di atas 70 persen sehingga bisa dipastikan kebakaran hutan dan lahan.


"Kabupaten Meranti satu titik, dan Rokan Hulu satu titik," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno. Sukisno menambahkan, potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang berpeluang terjadi di sebagian wilayah Riau.


Terhitung sejak 19 Februari hingga 31 Mei 2018, Riau sudah berada pada status Siaga Darurat Karhutla. Pemerintah Provinsi Riau menetapkan kondisi ini karena pada awal tahun 2018 terjadi peningkatan jumlah titik panas dan luas Karhutla yang sangat signifikan.


Sementara itu, data terakhir Satgas Karhutla Riau menunjukkan luas lahan yang telah terbakar sejak 14 Januari mencapai sekitar 849,5 hektare (Ha). Data kebakaran yang terakhir diperbarui pada akhir pekan lalu, terdapat penambahan luas lahan terbakar di Desa Teluk Bakau Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, seluas sekitar 20 Ha.


Penyebaran kebakaran lahan di Riau antara lain berada di Kabupaten Kepulauan Meranti seluas 218 Ha, Siak (130 Ha), Indragiri Hulu (121,5 Ha), Bengkalis (117 Ha), Dumai (109,25 Ha), Pelalawan (56 Ha), Prksnbstu (31 Ha), Rokan Hilir (26 Ha), Indragiri Hilir (24 Ha), Kampar (15,25 Ha), dan Rokan Hulu (1 Ha).


(ayb/int)


Berita Terkait
Indonesia dan Brasil Sepakat Bebas Visa
Gambar Destinasi Wisata Indonesia Hiasi Kereta Bawah Tanah Venezuela
Don't Miss It! TMII Bagi-bagi Tiket Masuk Gratis
Mulai januari 2019, Jepang Bakal Berlakukan Pajak Sayonara
Asyik, Kini Mengurus Visa Korea Selatan Semakin Mudah

Please login for commentKomentar
Jaebum
Kalau tidak segera dipadamkan sekarang bisa bertambah lagi titik api di pulau sumatera ini
ata
banyak sekalai titik2nya dan harus lebih waspada
xx
Sumatera ini tidak ada hentinya mengenai masalah titik panas begini, pasti ada aja kejadian setiap tahunnya. Apakah memang tidak ada solusi yang bisa mengatasi masalah ini?
Renny
ternyata sumatera masih ada aja yang hutan terbakar, disana panas banget apa sampai sampai hutan kita cepat terbakar -r-
emma
musim hujan kyknya emang udh mulai lewat nih, kebakaran hutan sdh mulai lg, sebaiknya sgr ditangani sblm menyebar lbh luas

Event

+ index