Pemerintah Ekspor 18 Ribu Ton Jagung ke Filipina

Rabu, 14 Februari 2018 15:41


(ist)

CSR.id - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan, hari ini, Rabu (14/2), jagung produksi Gorontalo akan diekspor ke Filipina. Rencananya, sesuai pesanan jagung yang akan diekspor sebanyak 18 ribu ton dari target ekspor tahun ini sebesar 100 ribu ton.


"Kami sudah ada MoU dengan Menteri Pertanian Filipina di depan Presiden Filipina dan Presiden Indonesia tahun lalu. Hari ini kita realisasikan, insya Allah sore kita akan ekspor ke Filipina," ujar Amran kepada wartawan saat ditemui di Gorontalo, Rabu, (14/2).


Menurutnya, ekspor harus terus didorong demi mengangkat pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, kata dia, kunci pertumbuhan ekonomi yakni ekspor serta investasi. Kementan pun menargetkan, penyerapan jagung di Gorontalo bisa mencapai delapan persen dari total produksi. Sebab, produksi jagung dari provinsi tersebut cukup banyak.


Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan) Agung Hendriadi menyebutkan, produksi jagung di Gorontalo selama satu tahun mencapai 1,5 juta ton. "Jadi delapan persen dari 1,5 juta ton itu kita hitung kemudian dibagi dalam 12 bulan lalu dibagi 30 hari. Berarti kira-kira dalam satu hari penyerapan jagung Gorontalo sebanyak 120 ton untuk kontribusi daerah kepada cadangan jagung pemerintah," kata dia, kepada wartawan usai Rapat Koordinasi di Gorontalo.


Lebih lanjut, Agung menuturkan, produksi jagung itu dimanfaatkan secara nasional. Salah satinya, untuk kebutuhan pakan ternak di Indonesia.


"Maka itu saya paparkan, Kementan telah menjalin kerja sama dengan pengusaha pakan ternak di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan jagung nasional," tegasnya. Ia mengimbau agar para pengusaha tersebut jangan mengimpor melainkan manfaatkan dahulu jagung dari Indonesia.


"Mahal sedikit tidak apa-apalah, toh jagung kita kan. Jangan mentang-mentang murah jadi beli di luar. Nggak gitulah. Kita punya angka Rp 3.150 itu harga acuan pemerintah, ada fleksibilitasnya kalau kadar airnya lebih tinggi," kata Agung.


Sementara itu, ia menyebutkan, kebutuhan pakan masyarakat terhadap jagung mencapai 19 juta ton per tahun. Hal itu bila total produksi per tahun kira-kira 23 juta ton. Kemudian untuk kebutuhan pakan lainnya sekitar 12 juta ton.


(ayb/int)


Berita Terkait
Asyik, Turis Indonesia Kini Bebas Visa 30 Hari ke India
Indonesia dan Brasil Sepakat Bebas Visa
Gambar Destinasi Wisata Indonesia Hiasi Kereta Bawah Tanah Venezuela
Don't Miss It! TMII Bagi-bagi Tiket Masuk Gratis

Please login for commentKomentar
Jaebum
Biasanya mengimport namun kali ini melakuan export jagung ke filipina
emma
hebat deh, kita bisa eksport jagung ke Filipina, paling tidak bisa meningkatkan nilai ekonomi Indonesia

Event

+ index