Truk Besar Mulai Dilarang Melintas di Sukabumi Pekan ini

Sabtu, 17 Juni 2017 9:24


(ist)

CSR.id - Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat melarang truk bermuatan besar khususnya yang bukan mengangkut bahan pangan dan bahan bakar minyak (BBM) dilarang melintas di wilayah Kota Sukabumi saat arus mudik. Kebijakan itu mulai berlaku pada Minggu 18 Juni 2017.


"Larangan ini sesuai Peraturan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub RI Nomor: SK.2717/AJ201/DRJD/2017 tanggal 13 Mei 2017 tentang larangan truk berkapasitas besar bukan pengangkut pangan dan BBM beroperasi mulai Minggu pukul 00.00 WIB hingga Senin 3 Juli 2017 pukul 24.00 WIB," kata Pelaksana Tugas Kepala Seksi Pengendalian Operasi Dinas Perhubungan Kota Sukabumi Agus Ahmad, Sabtu 17 Juni 2017.


Dalam peraturan tersebut kendaraan sejenis truk yang dilarang beroperasi selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri, yakni kendaraan pengangkut bahan bangunan, hasil tambang non-BBM, truk tempelan, truk gandengan, kontainer, kendaraan barang maksimal 14 ton dan pengangkut barang dengan sumbu 3 atau lebih.


Sedangkan truk yang diizinkan antara lain pengangkut bahan makanan, ternak, BBG, BBM, antaran pos, barang ekspor/impor dari dan ke pelabuhan dan mobil yang diberi tanda khusus untuk mengangkut sepeda motor mudik gratis lebaran.


Menurut Agus, larangan tersebut bertujuan untuk antisipasi berbagai permasalahan yang bisa saja terjadi pada arus mudik dan arus balik lebaran, seperti kemacetan panjang dan kecelakaan lalu lintas.


Selain itu, untuk menunjang kelancaran dan kenyamanan warga khususnya pemudik yang tengah dalam perjalanan, apalagi jalur Sukabumi merupakan daerah rawan kemacetan jika truk bertonase besar tidak diatur jadwal operasinya.


"Sukabumi merupakan salah satu daerah tujuan mudik yang dipastikan akan banyak kendaraan masuk dan melalui daerah ini, sehingga sejak dini kami pun mempersiapkan berbagai antisipasinya," katanya.


Agus mengatakan untuk menegakkan peraturan tersebut, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan berbagai instansi, seperti TNI, Polri dan dinas terkait lainnya.


Namun, pada sisi lain arus pemudik ke wilayah Sukabumi saat ini belum ada peningkatan hanya warga yang bekerja di luar daerah pulang pada libur akhir pekan.


(ayb/int)


Berita Terkait
Gara-Gara Tronton Mogok KAI Sehari Rugi Rp808 Juta
BMKG Temukan Sembilan Titik Panas di Jambi
Kurdi Tegaskan tak Ingin Berperang dengan Pasukan Irak
Presiden Jokowi: Tunjangan Veteran Naik 25 Persen Tahun Depan
Dor! Pria Bersenjata Tembak Mati Tiga Warga di AS

Please login for commentKomentar
mama
Lagian mau kirim apa lagi ? kan udah mau lebaran nanti lagi lah kerja ngirim - ngirim barangnya , truknya istirahat dulu
ata
bisa gak ya truk ini gak boleh selamanya melintas di jalan tol, biar jalanan lancar
Linda
baguslah jadi untuk mengurangi kemacetan jalan raya,kalau truk besar lewat di saat bareng sama pemudik ya pastinya macet banget itu perlu pengendalian.
princess
kapan mereka akan mulai lewat lagi? soalnya kan mereka pasti ada deadline penyebaran barangna
xx
sudah seharusnya tidak ada truk yang melintas, guna untuk memperlancar jalan mudik bagi yang mau pulang kampung
emma
baguslah, jadi para pengendara baik roda 2 atau roda 4 tidak perlu khawatir lagi karena tidak ada kendaraan besar lagi ketika melintas di daerah Sukabumi
ferry
tidak ada salahnya larangan itu diberlakukan agar bisa mengantisipasi segala macam masalah yang mungkin timbul
Renny
baiknya begitu truk udah ga boelh lewat tol saat orang pada mudik lebaran. menyeramkan kalo ada mereka ditengah2 tol -r-
runi
gak terasa minggu depan udah mau lebaran, pantas aja truk2 besar udah mulai gak diperbolehkan untuk lewat, karena pasti sebagian pemudik sudah mulai memadati jalan

Event

Men’s Expo 201720 Oktober 2017 - 22 Oktober 2017
Pasaraya Carnival14 Oktober 2017 - 12 November 2017
Indonesia Diecast Expo 201728 Oktober 2017 - 29 Oktober 2017
+ index