ISIS Mengklaim Serang Masjid di Kota Kabul

jumat, 16 Juni 2017 17:01


(ist)

CSR.id - Kelompok milisi yang menyebut diri mereka Negara Islam atau ISIS menyatakan telah melancarkan serangan terhadap sebuah masjid di sebuah wilayah yang banyak dihuni kaum Syiah di Kota Kabul, Afghanistan.


Sebagaimana dilaporkan kantor berita Amaq, kelompok bermazhab Sunni itu mengaku bertanggung jawab atas pengeboman bunuh diri di Masjid Al-Zahra yang menewaskan empat orang.


Dua di antara korban meninggal dunia adalah seorang polisi dan tokoh pendiri masjid.


Aksi pengeboman bunuh diri di Masjid Al-Zahra terjadi ketika para jemaah sedang berbuka puasa.


Melalui pernyataan di akun Facebook juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Najib Danish, pelaku penyerangan diketahui berupaya memasuki masjid namun gagal mencapai ruang salat. Dia kemudian memicu bom di dapur masjid.


Aksi tersebut ditengarai sengaja dilakukan pada masa-masa sekarang lantaran umat Syiah tengah menggelar ritual untuk menghormati Imam Ali, sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad.


Serangan di Kabul semakin sering terjadi di Kabul selama sebulan terakhir. Sebelum bom bunuh diri di Masjid Al-Zahra, serangan bom bunuh diri juga terjadi di dekat wilayah kedutaan-kedutaan asing bulan lalu. Sebanyak 90 orang meninggal dunia dan sedikitnya 400 orang cedera.


Insiden itu menimbulkan gelombang demonstrasi menuntut pemerintah meningkatkan pengamanan. Dalam salah satu demonstrasi, sebanyak lima orang meninggal dunia akibat tembakan polisi guna membubarkan demonstran.


Maraknya serangan pada bulan Ramadan, menurut Shiraz Maher selaku peneliti di King's College London, tidak lepas kaitannya dengan pemahaman bahwa Allah menurunkan banyak berkah pada saat Ramadan.


Berkah itu, tambah Maher, mengalir kepada para umat yang menjalankan ibadah, termasuk doa dan amal.


"Menurut pemikiran radikal, jika penambahan doa dan amal didorong saat Ramadan, mengapa tidak meningkatkan pertumpahan 
darah? Mereka meyakini ini adalah peluang untuk menggandakan pertempuran melawan peradaban sehingga serangan lebih banyak dari biasanya," kata Maher, yang telah menulis buku berjudul Salafi-Jihadism: The History of an Idea.


(ayb/int)


Berita Terkait
Puncak Arus Balik Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Diprediksi Mulai 30 Juni
Wakapolda: Penembak Italia Akan Segera Tertangkap
Ribuan Mobil Terjebak Macet Parah di Puncak
Arus Balik Lebaran dengan Pesawat Dimulai Hari Ini  
Halmahera Barat Diguncang Gempa 5,1 Skala Richter

Please login for commentKomentar
ferry
dari sekolah sampai mesjid semua tidak ada yang luput dari serangan ISIS
emma
Masjid kan tempat ibadah umat muslim, para pemeluk agama Isla,,,tapi kenapa ISIS yang mengatasnamakan kelompok Islam malah menyerang masjid?bener2 ga jelas misi dan visinya
Renny
itu mesjid lo yang di bom, sebenarnya isis itu orang muslim bukanya sih. tega bener sampai berbuat begitu -r-
runi
katanya ingin mendirikan negara islam, tapi masa iya masih meneror dan menghancurkan masjid juga, ini sih bener2 kelompok teroris yang ingin mengacau

Event

Indonesia CSR Exhibition (ICE) 201718 Agustus 2017 - 20 Agustus 2017
MAGnight Shopping 201717 Juni 2017 - 17 Juni 2017
Pesona Pedas Nusantara 201716 Juni 2017 - 16 Juni 2017
+ index