Gara-Gara Tanah, Warga Libureng Bacok Tetangga Hingga Tewas

Senin, 19 Juni 2017 17:08


(ist)

CSR.id - Hanya persoalan sebidang tanah, nyawa Makkau Bin Kerru (65) petani asal Kelurahan Tanabatue kecamatan Libureng melayang dibunuh tetangganya sendiri Yunus Bin Sali. Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 Wita, Minggu 19 Juni 2017 di Tanahbatue.


Paur Sub Bagian Humas Polres Bone Iptu Adenan mengatakan kasus pembunuhan tersebut dilatar belakangi dendam lama karena sengketa tanah yang berlarut-larut. Hingga puncaknya, Yunus yang membawa senjata tajam langsung mengayunkan parang ke arah kepala dan pelipis korban hingga tewas.


"Pelaku ditangkap tidak lama setelah kejadian itu. Sementara jenazah korban dibawa ke Puskesmas Tanahbatue lalu diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan. Dalam kasus ini sebilah parang panjang diamankan sebagai barang bukti," kata Adenan.


Sementara Yunus mengaku 'puas' telah membunuh Makkau, diwawancarai sejumlah awak media di Mapolres Bone. Petani ini tidak sedikit pun menunjukkan wajah bersalah dan penyesalan.


"Sudah lama saya dendam sama dia, tanah saya diambilnya, padahal saya yang punya surat-surat tanah itu, saat saya ketemu saya langsung parangi tiga kali di kepalanya," kata Yunus di Mapolres Bone, Senin (19/6/2017).


Bahkan yang menjadi puncak kekesalannya dalam kasus ini karena masalah tanah tersebut telah dilaporkan ke polisi dan pihak kelurahan namun tidak juga ada penyelesaian masalah, namun Makkau disebutnya menyerobot dan membangun rumah di atas tanah yang diklaim miliknya tersebut.


"Ada unsur perencanaan dalam tindakan kriminal yang dilakukannya, dia dapat dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana," kata Hardjoko. 


(ayb/int)


Berita Terkait
Gara-Gara Tronton Mogok KAI Sehari Rugi Rp808 Juta
BMKG Temukan Sembilan Titik Panas di Jambi
Kurdi Tegaskan tak Ingin Berperang dengan Pasukan Irak
Presiden Jokowi: Tunjangan Veteran Naik 25 Persen Tahun Depan
Dor! Pria Bersenjata Tembak Mati Tiga Warga di AS

Please login for commentKomentar
ata
kalau bapak bersabar aja itu lebih baik dari pada ikutin hawa syetan pak, kan akhirnya bapak gak dapat apa2, umur yg tinggal sedikit ini di gunakan di penjara kan kasihan keluarga bapak
Linda
masyarakat yang hanya ngikuti hawa nafsu srakah tidak memikirkan segala hal yang menyangkut masalah tanah bisa panjang urusannya, bahkan sampai bunuh membunuh tak sadar akan celaka.
runi
cuma gara2 tanah, dendamnya ampe kesumat gitu ya, bener2 gak ada penyesalan dan sepertinya puas banget udah bisa bunuh orang lain, bakalan berat nih hukumannya
princess
benar kata agama , harta bisa membutakan segala nya , menghalalkan segala cara nih
xx
parah emang orang sekarang, apa apa main hakim sendiri, nyawa sampai melayang, apa gunanya coba melakukan hal seperti ini
ferry
persoalan yang tidak diselesaikan dan dibiarkan berlarut-larut memang bisa berakibat fatal
Sam
sudah semakin parah saja zaman sekarang, nyawa udah ga ada harganya lagi
sumaryani
kadang demi tanah banyak orang yang kalap membunuh tetangga ataupun saudaranya sendiri
Renny
demi menghalal segala cara orang rela nyabut nyawa seseorang, apa ga dipikir dulu sebelum melakukannya -r-
emma
peristiwa pembunuhan yg dilatar belakangi persengketaan tanah memang kerap terjadi..bahkan ga tanggung2, nyawa taruhannya dan ini sangat disayangkan sekali
12

Event

Men’s Expo 201720 Oktober 2017 - 22 Oktober 2017
Pasaraya Carnival14 Oktober 2017 - 12 November 2017
Indonesia Diecast Expo 201728 Oktober 2017 - 29 Oktober 2017
+ index