Kejahatan Marak di Angkot, Warga Harus Lebih Waspada

Sabtu, 29 Desember 2012 12:44


Ilustrasi kejahatan pemerkosaan di angkot. (ist)

CSR.id - Aksi pelecehan seksual disertai perampokan kembali terjadi, kejadian itu menjadi momok bagi kaum hawa yang hendak menggunakan alat transportasi berupa angkutan umum saat malam hari. Aparat Kepolisian terus berupaya melakukan imbauan, serta mempelajari modus baru dengan menggunakan taksi sebagai sarana dalam menjalankan aksi kejahatan tersebut.

Melalui Binaan Masyarakat (Binmas), Polisi mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan angkutan umum, mengingat aksi kejahatan tersebut sulit terdeteksi. Berbagai selebaran berisi imbauan pun telah disebar, termasuk juga penyebaran nomor telepon kantor Polisi.

"Upaya terus dilakukan Polisi dengan membuat imbauan berbentuk selebaran," terang Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan Komisaris Aswin yang dilansir Sabtu (29/12/2012).

Aswin mengatakan, berbagai terobosan untuk mengatasi gangguan ketertiban masyarakat terus dilakukan termasuk nantinya pemasangan reklame berisi aksi kejahatan di tempat-tempat umum. Sebagai langkah awal, Kepolisian meminta masyarakat untuk memilih angkutan umum yang aman.

Selain itu, lanjut Aswin, jika ingin menggunakan taksi, penumpang diharapkan untuk mencatat nomor pintu taksi, nama pengemudi dan juga jenis taksi yang ditumpangi, serta memberikan informasi angkutan umum tersebut kepada orang terdekat. Jika sudah dilakukan, tentunya aksi kejahatan dengan modus seperti ini dapat terdeteksi.

Kendati demikian, cara seperti itu juga masih harus diteliti, pertama calon penumpang wajib memilih armada taksi yang sudah mempunyai rekam jejak keselamatan dan pelayanan kepada konsumen. Selain itu juga, untuk mencegah aksi pelecehan, untuk penumpang wanita diimbau untuk tidak mempertontonkan bagian tubuh.

"Yang utama memilih armada yang benar, catat dan beritahu ke orang yang terdekat," papar Aswin.

Beberapa waktu lalu, kejadian pelecehan hampir saja menimpa seorang ABG berusia 18 tahun di Depok, Jawa Barat. Saat itu korban berinisial AM hendak pergi menuju, Jati Bening, Pondok Gede, Bekasi dengan menumpang taksi dari depan ITC Depok.

Korban kebetulan memilih armada Taxiku, tanpa curiga AM kemudian menumpang mobil berwarna kuning tersebut untuk mengantarkan ke tempat tujuannya.

Bukannya diantar, AM malah diajak keliling ke daerah Cileungsi, Bogor, saat itu juga korban hendak diperkosa oleh pelaku yang diketahui bernama Deny Samsudi. Beruntung AM berhasil kabur, saat itu juga dia meminta bantuan kepada prajurit TNI AD Pratu Awang Apri Listianto yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

Awang menyelamatkan korban dan menggertak pelaku. Meski demikian, sopir Taxiku melarikan diri dengan membawa uang milik korban senilai Rp 300 ribu berikut dua kartu ATM dan satu telepon genggam.

Kejadian serupa juga dialami seorang karyawati di Jakarta Pusat pada Juli lalu. Saat itu seorang karyawati berinisial I hampir saja menjadi korban pemerkosaan di angkot C 01 jurusan Ciledug-Kebayoran Lama. Beruntung aksi tersebut berhasil digagalkan oleh bantuan anggota TNI bernama Nicholas Sandi (24).

Kejadian yang menimpa korban diketahui sekitar pukul 23.00 WIB Senin (24/7/2012) malam. Saat itu korban hendak pulang menuju rumahnya di daerah, Johar Baru, Jakarta Pusat dan naik mobil nahas itu dari kawasan Lapangan Banteng, Sawah besar. Saat baru menaiki angkot bernomor Polisi B 1106 VTX itu, I melihat ada tiga penumpang lainnya selain sopir.

Tak lama angkot berjalan, tiba-tiba saja lampu di bagian belakang kabin padam. Dalam keadaan remang itu, seorang penumpang laki-laki yang belakangan diketahui bernama Ari Anggara bersama dua rekannya tiba-tiba saja menyergap tubuh I.

Tak hanya itu, salah seorang dari mereka coba melumpuhkan I dengan cara mencekik lehernya dan yang lain mulai menggerayangi tubuh I. Korban pun tak tinggal diam, dia berusaha berontak dan melawan dari nafsu bejat para pelaku.

Dari dalam angkot yang masih melaju, I terus berteriak. Teriakannya itu didengar Nicolas, yang kebetulan melintas dan kendaraan dalam posisi yang beriringan dengan angkot itu.

Melihat ada kejanggalan, Nicholas melakukan pengejaran. Namun, sopir mengetahui kendaraannya dibuntuti lantas melempar I keluar dari angkot. Saat itu, posisi angkot tepat berada di depan Gedung Mahkamah Agung, Jalan Medan Merdeka Utara.

Kejaran Nicholas membuahkan hasil. Angkot tersebut berhasil dihentikannya dan keempat pelaku dibekuk. Mereka kemudian diserahkan ke petugas Polres Metro Jakarta Pusat.(jek/mer)


Berita Terkait
Pelajar SMP Tewas Tertabrak Bus TransJakarta
Kapolri Instruksikan Jajaran Tidak Tangkap Nelayan Cantrang
Perdana Menteri Selandia Baru Umumkan Kehamilan Anak Pertama
Ini Syarat untuk Mendapatkan Rumah DP 0 Rupiah di DKI Jakarta
Asyik, Tol Solo-Kertosono Bisa Dilalui saat Mudik Lebaran 2018

Please login for commentKomentar
anonim
waduh hati2 ya, org jahat skg ga kenal tempat
rana
Bagi yang pulang kerjanya malam hari,selalu hati" aja kalau naik angkutan umum,lebih aman minta di jemput sama saudara atau keluarga,supaya ada teman nya .
awil
mending cari angkot yang rada penuh penumpangnya
ichi
iya seram banget ya memang harus di waspadai
Jawa
waduh.. ini gak bener harus waspada juga niih
Kopi
Itulah alasan kenapa orang lebih memilih naik kendaraan pribadi, karena masih banyak kejahatan di angkutan umum
emma
hebat, memang hrs ada kepedulian jg dr masyarakat sekitar...krn dimanapun berada kejatan pasti ada, tanpa kita sadari
ular
ketidak amanan seperti ini banyak warga merasa resah
H
kamu perempuan skrg was-was bangt mau kemana2, untuk skrg ada aplikasi ojek online yang setidaknya lebh aman,
Er
bahkan bukan hanya diangkot
12

Event

Batik, Fashion & Craft Bandung Geulis 201720 Desember 2017 - 24 Desember 2017
STIKES ‘Aisyiyah Surakarta Job Fair 201720 Desember 2017 - 20 Desember 2017
Kicks Con30 November 2017 - 03 Desember 2017
+ index